21 Jam Merespon Ruang Tanpa Batas

17.00 Sabtu, 20 April 2019 – 14.00 Minggu, 21 April 2019

Menari 21 jam adalah sebuah ujian dan doa bagiku. Aku belajar dan memahami prosés kejiwaan selama aku menari. Saya ucapkan terima kasih kepada A Deden yang mengundang saya untuk berpartisipasi dalam kegiatan 21 Jam “Merespon Ruang Tanpa Batas” memperingati Hari Kartini, para penari yang ikut bersama selama 21 jam: A Budi, téh Lili, téh Adinda Laras, dan Pak Iing, juga Possthandmade atas aksesoris tangannya yang sangat baik sekali, Dendy dan Herdiana yang ikut memeriahkan di hari pertama kegiatan. Kami menyebarkan pesan dari ibu Kartini juga harapan dan doa yang menyertainya.

Saya sampaikan apa saja yang saya temukan selama menari 21 jam.

Lokasi Pertunjukan Situs Spesifik

17.00 sampai 09.00 keesokan harinya di Taman Cikapayang, Dago kemudian berpindah ke Taman Babakan Siliwangi hingga 14.00

Motivasi Utama: Musik dan Pernyataan Seniman

Musik keluar memancarkan motivasi gerak saya daripada suara alam yang ada di sekitar. Saya menemukan mudah bagi saya untuk menerima dan mendengarkan cerita orang daripada memperhatikan sekitar. Artinya sebagai pribadi saya senang sekali memecahkan masalah. Selama tak ada hal yang janggal, perhatian ku berkurang dan mencari pada apa yang bisa ku selesaikan.

Ketika musik dinyalakan di Taman Dago, saya mulai aktif menari. Ketika musik berhenti, motivasi untuk menari perlahan-lahan berkurang. Apalagi ketika berada di Babakan Siliwangi. Saya seakan mencari musik hingga suara kumbang menjadi motivasi gerak. Motivasi gerak dominan saya berasal dari suara.

Ini menjadi evaluasi bagi saya bahwa karya yang saya ciptakan adalah perhatian penuh pada sebuah masalah disertai dengan pemecahan masalahnya. Saya ingat ketika menyelesaikan kesadaran wanita sampai seri Basmut Rheinz karena saya pikir masalah tersebut telah diatasi dan tujuan saya untuk menyingkapkan fenomena sudah tercapai. Jadi ada suatu tujuan tertentu yang saya capai dalam setiap proyek Koreografi yang saya ciptakan.

Saya sebagai Koreografer tidak menyadari hal ini sampai-sampai galau berbulan-bulan karena kesulitan berkarya. Jadi ini toh hikmahnya.

Saya mengubah pernyataan seniman saya.

Menari bersama Ibu Ine Arini

Saya sebelumnya bertemu dengan bu Ine Arini pada tahun 2015 setelah kegiatan “Prung! Keluarga Anti Korupsi”. Saya gembira untuk dapat tampil bersama dengan bu Ine Arini pada malam harinya.

Pernyataan Bu Ine yang masih saya ingat:

Pengalaman pahit hidup seseorang adalah sesuatu yang membuat karya seseorang menjadi bermakna.

Ketika bu Ine datang, saya beserta penari lainnya menyambut kedatangan beliau dan mengikuti alur beliau. Bagi saya pribadi, saya dapat merasakan pesannya namun gagal menangkap bahasa apa yang tepat untuk menjelaskannya. Namun begitu, saya berusaha menyampaikan pesan yang saya alami selama menari bersama beliau.

Sosok ibu datang dengan ranting, memberikan imaji ibu alam (mother nature) bersamaan kain putih yang lahir dari buahnya. Kemudian para penari yang lain menjadi perpanjangan. Pohon kehidupan merupakan gambaran yang jelas dari tarian Bu Ine. Sementara beberapa penari yang lain refleks membawakan lukisan Ibu Kartini menjadi bagian dari pohon tersebut.

Yang menjadi keharusan seseorang ketika mengalami ini adalah mengubah makna tergambar dengan hati-hati dan mengarahkan energi alam masuk dan keluar. Kemudian, pohon kehidupan menemukan rumahnya dan mengakar di situ. Rumah baginya adalah sesuatu yang memberikan keamanan dan kenyamanan serta ruang bagi pengetahuan untuk hadir bersamanya.

Kesimpulan dari karya Bu Ine adalah penyadaran dan pengetahuan seseorang pada saatnya akan disampaikan dengan baik sehingga tersimpan pada tempatnya di masing-masing orang yang menerimanya. Tak ada paksaan namun ada proses yang mendampingi perubahan.

Sintren dan Topeng Indramayu

Ada bagian yang saya senangi di sini. Kesenian tersebut ternyata tidak mistis dan klenik dari yang saya kira selama ini. Karya-karya tersebut bermuatan edukasi, setelah diberikan penjelasan oleh pemilik karyanya.

Perjalanan Babakan Siliwangi

Bagian ini adalah yang paling melelahkan di antara semuanya. Namun terbayarkan dengan keteduhan dan pemandangan yang ada. Akhir menari sangat menyenangkan dengan menghabiskan sisa-sisa tenaga yang ada.

Renungan selama menari 21 Jam

Bagi saya pribadi, ini merupakan proses pendewasaan diri. Saya mengalami krisis Other Mother dan Broken Child. Kesimpulan yang ku dapat adalah aku terlahir kembali sebagai anak, broken child kembali pada other mother, dan mother yang berada dalam konsepsi ku adalah mother dalam dunia nyata. Saya sadar ternyata interaksi kita dengan seseorang menciptakan sebuah konsep tentang seseorang tersebut dalam pikiran, yang dapat membantu seseorang untuk memprediksikan peristiwa bersama orang tersebut.

Perlu dicatat bahwa konsepsi mengenai seseorang bisa bercampur aduk dengan harapan dan perasaan lain dari diri pada konsep tersebut. Yang jadi masalah adalah ketika konsep itu bercampur aduk.

Partnering

Saya sangat nyambung dengan Teh Lili Somantri selama menari 21 jam. Ia sangat menghibur ku ketika malam hari, mempertahankan saya supaya tidak tidur pada malamnya.

Possthandmade

Beberapa orang berkomentar bahwa aksesoris yang saya gunakan itu unik dan menarik. Beberapa orang menanyakan dari mana saya mendapatkan aksesoris tersebut. Saya jawab “dari Possthandmade, Garut.”

Bandung International Arts Festival 2019

Ini merupakan pra event kegiatan Bandung International Arts Festival 2019. Disampaikan oleh A Deden bahwa kurator festivalnya adalah Abah Nanu, Tony Yap, dan Agung Gunawan. Saya akan berpartisipasi sebagai panitia sukarela pada kegiatan tersebut. Sampai jumpa di Juli 2019.

Kesimpulan

Saya mendapatkan banyak hal selama mengikuti kegiatan 21 Jam Merespon Ruang Tanpa Batas. Sebagai penari, saya perlu berpartisipasi secara penuh pada kegiatan-kegiatan kesenian berikutnya. Dengan begitu manfaat optimal bisa saya dapatkan.

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s