Seseorang yang Mengingatkan Saya untuk Terus Menari

22 Juni 2019, aku melakukan Napak tilas ke Rumah Kreatif Wajiwa.

2014 lalu, bulan Juli, aku kembali ke ISBI untuk membatalkan status kemahasiswaan diriku. Waktu itu aku berhasil lolos untuk lanjut ke Psikologi UPI, dengan hati yang hancur berkeping-keping. Sepulang dari kantor kemahasiswaan ISBI, aku terpaku pada sebuah papan pengumuman. Pergelaran Triwulan Purnama akan diadakan di Rumah Kreatif Wajiwa. Hingga jiwa dan ragaku tertarik sangat jauh hingga menapakkan kaki ke depan Rumah Kreatif Wajiwa. Aku lupa, kalau aku sudah berjalan sekitar sejam dari jalan Logam.

Waktu itu aku tak begitu mengerti soal tari kontemporer. Yang teringat olehku adalah keinginan “aku ingin menari Kontemporer, aku ingin, sangat sangat ingin.” Sampai aku lupa cara untuk menari. Aku bertekad untuk belajar terus menerus, bahkan tak apa untuk mengulang dari awal.

Perjalanan panjang itu terbayarkan dengan menyaksikan karya Panji… saya lupa nama lengkapnya. Namun itu masih membekas pada diriku. Seseorang dengan topeng Panji dibasuhi air yang membasahi hatinya. Jiwa yang membakar, bagiku, menggambarkan kondisi ku waktu itu. Aku merasa tersesat, dan Rukrewa telah menerangkan kembali jalanku.

Untuk saat ini, aku sudah cukup dengan kegilaan dan harapan yang tak putus.

Saya jumpa kembali dengan Uda Alfiyanto. Menemukan kembali sense of self, terutama Rukrewa ini sungguh memberikan kesan rumah bagi saya sendiri.

This slideshow requires JavaScript.

Yang menarik dari rukrewa adalah Wajiwa method. Menurut ku ini sangat bagus buat perkembangan kognitif dan kreatifitas anak. Memberikan harapan juga bagi orang-orang yang kurang beruntung, sehingga ternyata mereka berhasil menunjukkan sesuatu: kaderisasi. Terdapat beberapa siswa Wajiwa yang kemudian berhasil melanjutkan studinya ke ISBI. Wajiwa method ini tampak bagi saya sebagai seperangkat alat untuk menanggapi peristiwa. Kita berlatih dengan tari, namun pelajarannya melampaui itu: ada trans-belajar di situ.

Banyak perubahan terjadi, tempat kini semakin nyaman. Demikian, spirit yang dibawa masih sama dan masih membara. Mengingatkan aku untuk senantiasa bergerak, menari, sekedar mengingatkan pula bahwa aku masih hidup. Saya ucapkan terima kasih dan berkah melimpah untuk guruku, Uda Alfiyanto.

Ku informasikan padamu bahwa yourpersonalchoreographer akan lanjut nyantrik di Wajiwa sampai tahun 2020 mendatang. Semangat belajar!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s